Thursday, September 27, 2018

Candi Jiwa dan Rumah Sejarah Rengasdengklok Karawang


Pada hari Selasa (11/09/2018) saya berkunjung ke salah satu candi yang berada di Jawa Barat, tepatnya bernama Candi Jiwa yang berlokasi di Desa Segaran Kec. Batujaya Kab. Karawang. Lokasi Candi dikelilingi oleh pesawahan, yang membuat pengunjung dibuat sedikit adem oleh angin, di tengah cuaca panas Karawang yang mencapai 32 derajat celcius.

Candi tersebut dibuat pada zaman Kerajaan Tarumanegara. Candi yang bercorak Budha tersebut dibuat dari bata merah, tidak seperti kebanyakan candi lain yang dibuat dari batu. Keadaan candi yang sudah dipugar tersebut hanya menampakkan bagian kaki candi saja. Masih ada beberapa situs yang belum dipugar.

Pengunjung cukup merogoh uang sebesar Rp. 5 ribu rupiah untuk memasuki area tersebut, ditambah uang parkir. 

_______________________________________________
Sebelum berkunjung ke Candi Jiwa, menyempatkan diri ke Rumah Sejarah di Rengasdengklok. Tempat dimana Sang Dwi Tunggal, Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh para pemuda yang menyarankan untuk segera melaksanakan pernyataan kemerdekaan atau proklamasi. Bung Karno dan Bung Hatta beristirahat di sebuah rumah milik warga yang bernama Djiauw Kie Siong.
Alhamdulillah saya bisa berfoto dan ngobrol dengan cucu dari Djiauw Kie Siong, pemilik dan yang merawat Rumah Sejarah saat ini. Pengunjung dapat melihat bahwa tokoh publik sudah banyak yang berdatangan, dibuktikan dengan foto-foto yang disimpan dalam sebuah lemari. Presiden Jokowi, Prabowo, Ridwan Kamil, Megawati, Puan, Rieke "Oneng", Fadli Zon, dan Tukul Arwana pun pernah datang. Masyarakat dari luar kota pun banyak yang datang dibuktikan dengan adanya data pada buku tamu.

Labels: ,

Monday, November 13, 2017

BUAYA DARAT: Turun Memberikan Pencerahan Kepada Buaya Lainnya

BUAYA DARAT: Turun Memberikan Pencerahan Kepada Buaya Lainnya
Sang Buaya Turun Memberikan Pencerahan Kepada Buaya Lainnya~ 🐊😄✌ . . .Brilio.net - Istilah 'buaya darat' kerap digunakan untuk mendeskripsikan seorang pria yang mempunyai sifat tidak setia terhadap pasangannya. Namun tahukah kamu bahwa buaya sebenarnya tergolong binatang yang setia. Bahkan, apabila si betina terlebih dahulu mati, maka buaya jantan tidak akan kawin lagi atau mencari pasangan lain. Wuih! Itu sebabnya, dalam budaya Betawi, buaya justru dijadikan simbol kesetiaan dan kelanggengan dalam sebuah hubungan. Roti buaya menjadi sajian wajib dalam acara pernikahan tradisional Betawi. Sementara dalam kehidupan nyata, kesetiaan buaya jantan diwujudkan dengan selalu melindungi pasangan serta telur mereka dari ancaman para predator. Lalu berasal dari manakah istilah 'buaya darat' itu? Dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Minggu (14/6), munculnya istilah buaya darat tidak lepas dari legenda yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Begini kisahnya. Dahulu kala, di daerah Soronganyit, Jember, tinggal sekelompok buaya yang hidup di tambak. Dalam kesehariannya, mereka mempunyai jadwal yang rutin, kapan harus berada di darat dan kapan harus di air. Rupanya, buaya-buaya tersebut memang dipelihara oleh sang pemilik tambak. Suatu ketika, pemilik tambak itu merasa kehilangan seekor buaya jantan. Peristiwa itu sontak membuat seluruh isi desa gempar. Mereka takut jika buaya tambak itu masuk ke rumah warga dan membahayakan keselamatan mereka. Memasuki bulan ketiga, buaya misterius itu akhirnya ditemukan di desa sebelah dengan kondisi lingkungan yang tandus dan kering. Kendati demikian, buaya itu mampu bertahan hidup. Konon buaya itu dapat bertahan hidup dengan mandi kucing dengan buaya betina yang bukan pasangannya. Ironisnya, buaya betina tersebut masih seumuran dengan anaknya sendiri. Seketika, cerita perilaku abnormal buaya jantan itu menyebar luas dari mulut ke mulut. Berkaca dari kisah perselingkungan buaya itu, banyak orang kemudian menjuluki pria hidung belang dengan sebutan 'lelaki buaya darat'. #buaya #buayadarat #cilamaya #karawang
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dede Nurdin (@dedenurdin_) pada

Labels:

Saturday, September 30, 2017

HUMOR TERKINI : Bocah yang Ingin Berpoligami


DEDE NURDIN
Just Kidding hahaaha. Foto : bersama istri pertama chelsea islan, istri kedua tatjana saphira. Thankyou Sotoshop wkwkw.
Setelah nonton TV tentang kisah seorang raja, seorang anak berusia 9 tahun berkata,
"Mama, kalo aku sudah besar nanti aku juga mau punya istri 4 orang. Seorang untuk masak makananku, seorang untuk buatin aku minum, seorang untuk cuci dan setrika bajuku, dan seorang lagi untuk mandiin aku"
Mamanya tersenyum dan berkata,
 "Kalo gitu nanti siapa yang menemanimu bobo?"
Setelah berpikir sejenak, sang anak berkata, 
"Aku bobonya tetep sama mama"
Mamanya berlinang air mata karena bahagia disayang oleh anaknya. Mamanya lalu berkata,
"Kamu anak baik yang mama sayang. Lalu siapa yang tidur dengan keempat orang istrimu itu?"
"Ayah aja yang tidur sama mereka ma!", jawab si anak.
Ayahnya berlinang air mata karena bahagia disayang oleh anaknya. Dan tiba-tiba air mata ayah semakin deras, karena dilempar asbak oleh si mama.

Labels: